Pengalaman selama praktikum dasar kompter

Pengalaman selama praktikum dasar kompter
January 22, 2016 No Comments Uncategorized Mahasiswa Akatel

Angga wiryo

14150134

Kelas karyawan

BAB  I  PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Komputer merupakan alat pengolah data elektronik yang bekerja dandikendalikan oleh sekelompok instruksi-instruksi yang disebut program,digunakan untuk membantu manusia agar pekerjaannya menjadi lebihmudah, cepat dan akurat.Sampai saat ini kecanggihan komputer masih berkembang denganmenggunakan jaringan yang memungkinkan user dan yang lainnyaterhubung tanpa batas waktu dan jarak ke seluruh dunia. Tentu saja hal inisangat menguntungkan karena kita dapat bekerja dimanapun kita berada.

   2.Maksud dan tujuan

1.  Agar Mahasiswa Dapat menyebutkan komponen atau penyusun sistem perakitan komputer.

2. Agar Dapat mendeskripsikan mekanisme dan fungsi kerja darimasing-masing.

BAB II MATERI

Dalam pembahasan kali ini akan membahas mengenai pengalaman selama pratikum dasar kompter. Ada beberapa materi yang dibahas selama praktikum dasar komputer. Di semester awal materi yang tidak terlalu mendalam, yang dibahas hanya dasar dasar praktikum komputer.

Materi awal membahas mengenai komponen-komponen komputer dan langkah langkah perakitan komponen komputer

  1. Perakitan komputer
  • Penyiapan Motherboard

Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumperUntuk pengaturan CPUspeed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard.Atur seting jumper sesuaipetunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

  • Memasang prosessor

Prosessor lebih dahulu dipasang sebelum motherboard menempat casing cara memasangprosessor jenis socket dan slot berbeda.

Tipe Soketa).

a). Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnyaterletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga ataulekukan.

b). Tegakkan posisi tuas pengunci socket untukmembuka.

c). Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kakiprosessor dengan lubang socket. rapatkan sampai tidak ada celah antara prosessor dengansocket.

d). Turunkan kembali tuas pengunci.

  • Memasang heatsink

Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksipanas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan transfer panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagianatas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak padaheatsink dilapisi gen pengirim panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

  • Memasang Modul Memori

Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangandapat dilihat dari diagram motherboard.Setiapjenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisilekukan pada sisi dan bawah pada modul. Cara memasang untuk tiap jenis modul memorisebagai berikut.

Jenis SIMM

a. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengantonjolan pada slot.

b. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot.

c. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

 

  •  Memasang Motherboard pada Casing

Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff).Cara pemasangannya sebagai berikut:

a. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam(metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.

b. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubangdudukan yang sesuai pada motherboard.

c. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang padamotherboard.

d. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.

e. Pasang bingkai port I / O (I / O sheild) pada motherboard jika ada.

Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup

  • Memasang Power Supply
  • Memasang kabel Motherboard danCasing
  • Memasang Drive
  • Komputer siap dihidupkan

2. Mengatasi troubleshooting dengan BIOS

BIOS (Basic Input Output System)

BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System. merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.

MENU-MENU PENGATURAN PADA BIOS

Cara Akses BIOS

Untuk mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol tertentu (biasanya tombol Delete atau F2) pada Keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan. Akan terdapat tulisan misalnya “Pres F2 to enter setup”, maka langsung saja tekan tombol F2 berulang-ulang.

Cara seting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari vendor pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu pada BIOS yang umum kita temui yaitu Phoenix Award BIOS. Menu utama pada BIOS ini adalah :

  • Standard CMOS Features, untuk seting tanggal dan melihat hardisk yang terdeteksi, dll.
  • Advanced BIOS Features, pengaturan boot device priority (pilihan device untuk pertama booting) dapat diset disini.
  • Advanced Chipset Features
  • Integrated Peripherals
  • Power Management Setup, pembagian tegangan untuk masing-masing periferal dimana ini sering digunakan untuk overclocking
  • PnP/PCI Configuration, mengkonfigurasi clock/kecepatan dari setiap perangakat yang terpasang pada port PCI/PnP,misal vga pci ,lancard pci, wirelles port pci, HDMI,dl
  • PC Health Status, kita bisa cek temperatur dan tegangan dari Power Suplly disini.
  • Load Fail-Safe Defaults (Load Factory Setting), pilih menu ini untuk mengembalikan seluruh setingan ke mode asalnya (default).
  • Load Optimized Defaults, mengembalikan settingan optimal yang direkomendasikan oleh bawaan pabrik.
  • Set Supervisor Password, memberi kata sandi agar tidak sembarangan user mampu mengubah-ubah settingan BIOS
  •  Set User Password,
  • Save & Exit Setup, menyimpan settingan BIOS lalu keluar.
    Exit Without Saving , keluar dari layar bios tanpa menyimpan settingan.

BAB III KESIMPULAN

Dari pengalaman praktikum ini ,banyak hal yang harusperhatikan  contohnya dalam perakitan komputer spesifikasi komponen komputer sangat penting. Jika ada yang tidak sesuai spesifikasinya maka komputer akan sulit hidup.

BIOS (Basic Input Output System) merupakan hal yang sangat vital yang dapat membantu kita saat hendak melakukan troubleshooting pada kerusakan komputer. Seperti misalnya :
a.    Kasus komputer mati total ternyata bisa diatasi dengan cara mereset BIOS komputer,
b.    saat hendak melakukan istallasi windows pengaturan first boot harus diatur terlebih dahulu disini.
c.    Melihat spesifikasi perkakas komputer
d.    bahkan saat mengoptimalkan kinerja komputer yang lebih dikenal dengan overclocking.

Semoga bermangfaat !!!!!

 

 

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *